Kamis, 08 Agustus 2013

Sembuh dari Diabetes dalam Waktu 11 Hari dengan Melaparkan Diri


Diabetes disebut-sebut sebagai induk sebagai segala jenis penyakit karena komplikasinya yang beragam, mulai dari obesitas, penyakit jantung, hipertensi, stroke, hingga kanker. Yang lebih parah, penyakit ini kabarnya tak dapat disembuhkan.

Ada 2 jenis diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Pada tipe 1, pankreas tidak dapat memproduksi insulin sama sekali karena rusak atau tak berfungsi. Sedangkan pada tipe 2, tubuh masih menghasilkan insulin, hanya saja tidak dapat berfungsi secara optimal karena terjadi resistensi insulin.

Diabetes tipe 1 umumnya disebabkan oleh kelainan bawaan, sehingga lebih sering dijumpai pada anak-anak dan bisa bertahan sampai dewasa. Sedangkan diabetes 2 cenderung diakibatkan pola makan yang salah. Keduanya berakibat pada kelebihan kadar gula di dalam darah.

Richard Doughty (59) belum lama ini didiagnosis dengan diabetes tipe 2 . Hasil pemeriksaan menunjukkan gula darahnya setinggi 9 milimol per liter, sedangkan kadar normalnya adalah 4 hingga 6 milimol per liter. Dia tertegun karena selalu makan makanan yang sehat, tidak memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, dan tidak pernah merokok.

"Dokter mengatakan bahwa diabetes saya cukup ringan untuk dikontrol dengan pola makan saja, lalu memberi saya setumpuk selebaran tentang gizi bagi penderita diabetes. Saya memakan salad, mengurangi karbohidrat, namun kemajuannya lambat. Selama 7 bulan, gula darah saya masih terlalu tinggi, sekitar 7 mmol/l," katanya seperti dilansir Daily Mail, Kamis (8/8/2013).

Lewat pencarian di internet, Richard membaca penelitian para ilmuwan di Universitas Newcastle yang telah merancang diet ekstrim rendah kalori yang dapat menyembuhkan diabetes kurang dari 8 minggu. Caranya adalah dengan hanya memakan 800 kalori sehari dari 2.500 kalori yang direkomendasikan untuk pria.

Dari 800 kalori tersebut, sebanyak 600 kalori harus berasal dari makanan pengganti seperti sup dan 200 kalori dari sayuran hijau. Tidak lupa minum 3 liter air dalam sehari. Metode ini dicetuskan oleh Roy Taylor, profesor kedokteran dan metabolisme di Universitas Newcastle.

Teori yang melatarbelakangi metode ini adalah kenyataan bahwa diabetes tipe 2 sering disebabkan oleh penyumbatan liver dan pankreas oleh lemak. Kedua organ ini sangat penting dalam memproduksi insulin dan mengendalikan kadar gula darah.

Penelitian Profesor Taylor telah menunjukkan bahwa diet drastis menyebabkan tubuh menjadi kelaparan, lalu membakar cadangan lemak untuk menghasilkan energi. Lemak yang ada di sekitar organ tampaknya ditargetkan pertama kali, sehingga liver dan pankreas tak lagi tersumbat dan tingkat gula darah kembali normal.

Satu penelitian yang dilakukan oleh tim Taylor dan diterbitkan pada tahun 2011 dalam jurnal Diabetologia menemukan bahwa dari 11 penderita diabetes tipe-2 yang menjalani diet, kesemuanya berhasil lepas dari penyakit ini dalam waktu tak sampai dari 8 minggu.

Penelitian lebih lanjut juga mengungkapkan bahwa penderita diabetes tipe 2 hanya perlu kehilangan seperenam dari berat badannya untuk dapat menghilangkan lemak dari pankreas, sehingga memungkinkan organ ini memproduksi cukup banyak insulin dalam kadar normal.

"Setelah menghubungi Profesor Taylor, dan mendapatkan persetujuan dari dokter saya, saya memutuskan untuk mengikuti pola makan ini. Target berat badan saya 8 stone dan 12 pound (sekitar 60 kg)," kata Richard.

Richard tak berani mengambil langkah sebelum berkonsultasi dengan dokternya. Setelah ada lampu hijau, dia hanya makan 2 sup sayuran hijau per hari. Setelah sehari, kadar glukosanya telah turun dari 6 mmol/l menjadi 5.9 mmol/l.

Walau sering merasa lapar, profesor Taylor mengatakan bahwa rasa lapar adalah hal yang bagus karena tandanya program diet tengah bekerja. Untuk mengatasi kelaparan, Richard menenggak air setengah liter.

Pada hari ketiga, Richard sudah kehilangan 1 kg berat badannya. Hari keempat, kadar glukosanya menurun dari 5.9mmol/l menjadi 4.6mmol/l. Untuk makan siang, Richard menyantap sup jamur buatan sendiri yang dicampur bawang, sayuran dan rempah-rempah. Dia juga menelan suplemen sup ayam sebelum pulang kantor. Walau konsentrasinya tetap terjaga, seringkali dia lantas merasa lelah dan lesu.

"Pola ini berlanjut setiap hari. Saya bereksperimen dengan lebih banyak sup seperti wortel, tomat dan kacang, sayuran panggang, sayuran tumis, sayuran rebus dan casserole, dibumbui dengan bumbu yang tidak pernah saya gunakan sebelumnya, seperti jinten dan paprika," ujarnya.

Beberapa hari kemudian, berat badannya menyusut menjadi 57 kg dan kadar gula darahnya menjadi 4,1 mmol/l. Konsekuensinya, beberapa pakaian yang biasa dikenakan tak lagi pas di badan dan wajahnya menjadi lebih tirus. Meski demikian, jerih payahnya terbayar.

Dua bulan kemudian, Richard memeriksakan diri ke dokter dan dinyatakan tak lagi mengidap diabetes. Setelah menjalani diet selama 11 hari, ternyata gula darahnya sudah menurun ke tingkat normal. Tak ingin didiagnosis diabetes lagi, Richard lantas bergabung dengan gym dan berjalan kaki 3 kali seminggu.

"Atas saran Profesor Taylor, saya juga mulai membangun otot tubuh bagian atas saya. Otot yang lebih besar menyerap lebih banyak glukosa sebagai energi, sehingga mencegah tubuh menyimpan glukosa lebih dari yang dibutuhkan," ungkapnya.


Toko Boneka Online Terbesar di Indonesia

Kalau Mau Langsing, Sarapan Justru Harus Lebih Banyak


Tak sedikit orang menghindari makan pagi dengan harapan asupan makannya berkurang lalu berat badan akan cepat turun. Penelitian membuktikan cara ini salah, seseorang justru harus sarapan lebih banyak jika ingin cepat langsing.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity ini menunjukkan bahwa orang-orang yang sarapan dengan jumlah kalori paling banyak dibanding makan-makan berikutnya cenderung lebih mudah menurunkan berat badan. Sebaliknya, yang tidak sarapan malah tidak sukses berdiet.

Sebanyak 93 perempuan dengan masalah obesitas dilibatkan dalam penelitian tersebut dan diikutkan program diet selama 12 pekan.

Rencana diet yang pertama adalah 700 kalori saat sarapan, 500 kalori saat makan siang dan 200 kalori saat makan malam. Di kelompok yang lain, rencana dietnya terbagi menjadi 200 kalori saat sarapan, 500 kalori saat makan siang dan 700 kalori saat makan malam.

Hasil pengamatan di akhir program menunjukkan, para perempuan yang sarapan dengan jumlah kalori paling banyak mengalami penurunan berat badan paling cepat. Berat badan pada kelompok ini turun 8 kg sedangkan lingkar pinggang berkurang 7,6 cm.

Sementara itu, para perempuan yang sarapan dalam jumlah sedikit juga mengalami penurunan berat badan tetapi tidak seberapa dibandingkan kelompok yang pertama. Berat badan hanya turun sekitar 3,3 kg sedangkan lingkar pinggang hanya berkurang 3,4 cm.

Lebih lanjut para ilmuwan menjelaskan, orang-orang dengan porsi sarapan yang lebih besar cenderung memiliki kadar hormon ghrelin yang lebih tinggi. Hormon tersebut berfungsi mengontrol nafsu makan, sehingga pada makan-makan berikutnya setelah sarapan cenderung tidak berlebihan.

Bukan itu saja, sarapan dengan porsi lebih besar menurut penelitian tersebut juga memberikan keuntungan lain yakni menurunkan kadar insulin, gula darah dan trigliserida. Dikutip dari Foxnews, Jumat (9/8/2013), kecenderungan ini juga mengurangi risiko kematian akibat gangguan jantung dan penyakit kronis lainnya.


YUK Lihat koleksi boneka lucu kami

Ini Caranya Agar si Kecil Bisa Tidur dengan Nyenyak


Bagi sebagian orang tua baru, beberapa hari pasca kelahiran bisa menjadi masa yang melelahkan karena si kecil susah terlelap atau bahkan sering terbangun. Nah jika Anda salah satu dari orang tua yang merasakan itu, jangan khawatir karena ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar si kecil bisa tidur lebih nyenyak.

Seperti dikutip dari Boldsky, Kamis (8/8/2013), berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar si buah hati bisa tidur lebih mudah dan lebih nyenyak:

1. Tidurlah dengannya
Tidur dengan si kecil bisa memberi solusi tidur yang baik baginya. Jika Anda tidur dengan buah hati Anda, cobalah dekap dia dan jadikan dia seorang pangeran atau putri yang butuh perlakuan istimewa. Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang tidur dengan orang tuanya akan tumbuh dengan tingkat kecemasan yang lebih rendah terhadap harga diri mereka.

2. Susui sebelum bayi lapar
Agar tidurnya tidak terganggu karena merasa lapar, ada baiknya Anda menyusui si kecil sebelum ia menangis karena lapar. Atau cara lain yang bisa dilakukan yakni menyusui bayi sebelum ia tidur karena para ahli percaya dengan memberi makanan ekstra untuk mengisi perut bayi, ia akan tidur lebih nyenyak.

3. Gunakan minyak lavender
Aromaterapi bisa menjadi kunci lain bayi Anda untuk tidur lebih nyenyak. Hidung kecil mereka bisa terbuai dengan aroma setetes minyak lavender alami yang Anda letakkan di dekat sisi tempat tidur. Minyak alami ini bermanfaat untuk memberi efek relaksasi dan anti-kecemasan sehingga bisa membuat bayi tidur lebih nyenyak. Namun, penggunaan minyak lavender ini tidak dianjurkan untuk bayi berusia di bawah enam bulan.

4. Jangan langsung memindahkan bayi ke tempat tidur
Meletakkan bayi langsung ke tempat tidur ketika ia baru terlelap akan membuatnya terbangun. Oleh karena itu, sebaiknya tempatkan tangan Anda dengan lembut di atas perutnya atau kepala untuk menghibur dan menenangkannya sebelum Anda meletakkannya di tempat tidur. Melakukan sesuatu sederhana seperti ini akan membuat bayi lebih dekat dengan Anda dan memberi rasa aman saat ia tidur di malam hari.

5. Mandikan si kecil dengan air hangat
Salah satu trik terbaik yang akan bekerja agar bayi bisa tidur dengan baik adalah dengan memberinya mandi air hangat. Cobalah mandikan si kecil dengan memberinya pijatan lembut dan penuh kasih sayang. Singkirkan mainan licin dan gunakan suara dengan volume rendah saat si kecil mandi untuk memberikan perasaan tenang padanya.


Nyari boneka boneka lucu?

Selasa, 06 Agustus 2013

Gerakan Tangan, Isyarat untuk Anak-anak Agar Lebih Mudah Belajar


Menggerakkan tangan pada anak-anak tak hanya berguna saat mereka akan membuat garis atau menulis. Tapi, dengan anak-anak sering menggerakkan tangan untuk digunakan sebagai isyarat, kegiatan ini bisa meningkatkan kemampuan belajar mereka.

Penelitian yang dipublikasikan dalam journal Developmental Psychology menunjukkan bahwa anak-anak prasekolah dan TK yang secara alami menggerakkan tangan mereka untuk menunjuk sesuatu atau memperlihatkan apa yang mereka coba lakukan, memiliki kontrol diri, kemampuan berkomunikasi, dan kematangan kognitif yang lebih baik.

Kesimpulan tersebut didapat para ilmuwan setelah menguji anak-anak yang diperintahkan memilah benda sesuai dengan perubahan kriteria. Bahkan, pada orang dewasa, akan sulit untuk berpindah dari satu obyek ke obyek lain karena otak mengotomatisasi beberapa aspek belajar untuk mengoptimalkan efisiensi. 

Setalah mempelajari sesuatu, tantangannya yaitu bagaimana mengingat pelajaran itu serta terhambatnya respons refleksif yang dilakukan. Oleh karena itu, dengan mengembangkan kebiasaan respons refleksif melalui pergerakan tangan, akan mempermudah anak-anak untuk mempelajari sesuatu.

Pada percobaan tersebut, 41 anak usia dua sampai enam tahun harus menempatkan kartu di nampan. Dalam satu putaran, mereka harus mencocokkan gambar kelinci biru atau merah dengan warna perahu. Kemudian mereka harus mengurutkan kartu berdasar obyeknya. 

Pada tes lainnya, anak-anak harus membedakan beruang kuning besar dan kecil dari segi ukuran dan posisi gambar pada kartu. Selama tes dilakukan, secara naluriah anak-anak menggunakan gerakan tangan untuk membimbing mereka.

Gerakan memutar tangan dilakukan untuk melihat orientasi arah gambar beruang pada kartu. Selain itu, saat merasa melakukan hal yang tepat, mereka akan menempelkan ujung telunjuk dengan ibu jari hingga membentuk lambang 'OK'. 

"Studi kami menunjukkan bahwa isyarat tangan bisa membantu anak-anak untuk berpikir," kata penulis utama studi, Patricia Miller, profesor psikologi di San Francisco State University, seperti ditulis Time, Selasa (6/8/2013).

Selain itu, ia menemukan bahwa isyarat tangan memiliki pengaruh kuat terhadap keberhasilan performa anak-anak dalam menyelesaikan tes terlepas dari umur mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan anak-anak meningkat seiring dengan umurnya jika memang sudah dibiaskan membangun kebiasaan isyarat tangan sejak dini.

"Ini bukan hanya apa yang terjadi di dalam kepala berhubungan dengan bagaimana anak-anak belajar melakukannya tapi juga bagaimana mereka mengekspresikannya dengan tubuh mereka," kata Sian Beilock, profesor psikologi di University of Chicago.

Gerakan balita bisa diartikan sebagai gerakan sekilas proses kerja otak karena mereka mencari cara untuk mengerahkan kontrol kognitif yang diperlukan guna menyelesaikan tugas. Untuk memastikan apakah gerakan tangan menandakan tingkat kecerdasan yang lebih tinggi, Miller dan timnya meminta balita menjelaskan apa yang mereka lakukan.

Ternyata kemampuan anak menjelaskan secara verbal tidak bisa diprediksi melalui gerakan tangannya. Tapi, dalam dalam beberapa tes yang menonjolkan perubahan objek, isyarat tangan cukup membantu balita menyelesaikan tugasnya.

Penelitian ini adalah yang terakhir mengeksplor bagaimana pergerakan tubuh menjadi cara dasar untuk membangun pola pikir. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa anak yang lebih tua akan lebih mudah belajar matematika dengan menggunakan isyarat tangan. Penelitian Miller ini dianggap sebagai perbaikan dalam kinerja matematika.

Hasil studi ini juga berimplikasi pada penggunaan isyarat tangan untuk membantu anak-anak dengan gangguan perkembangan, misalnya autisme, untuk berkomunikasi dan berpikir. "Dalam beberapa hal, perilaku motorik mungkin berhubungan dengan perilaku verbal," ujar Miller.

Jika benar, penggunaan isyarat tangan untuk meningkatkan kontrol diri bisa membantu anak untuk mengelola perilaku adiktif. Seperti dalam studi sebelumnya bahwa dengan memperlambat orang menekan tombol komputer untuk taruhan, jumlah perjudian bisa berkurang. 

Temuan lain menunjukkan bahwa mahasiswa Belanda yang menahan diri untuk tidak menekan tombol saat melihat gambar bir, intensitas minum alkohol mereka berkurang. Temuan ini menunjukkan dengan mengendalikan perilaku, kebiasaan kita bisa diubah. 

"Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak hanya pikiran yang mempengaruhi tubuh kita, tapi tubuh juga bisa mempengaruhi apa yang kita pikirkan dan bagaimana kita belajar," kata Beilock.


Raja Boneka - Toko Boneka Online

Minum Air dari Botol Bikin Wajah jadi Cepat Keriput


Wajah adalah aset yang berharga. Untuk merawatnya, banyak orang menghabiskan uang membeli berbagai jenis kosmetik. Nah, untuk menjaga keremajaan wajah, sebaiknya hindari minum minuman dari botol, sebab dapat membuat area sekitar bibir menjadi keriput.

Dr Mitchell Chasin, dokter kulit kosmetik yang berpraktik di New Jersey, AS memperingatkan bahwa sering mengerucutkan bibir saat minum dari botol air dapat meningkatkan risiko terbentuknya garis-garis penuaan wajah di sudut mulut.

"Gerakan berulang dari hal-hal yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya minum dari botol air, akan membentuk kerutan di bibir kita," kata Chasin yang juga menjabat sebagai Direktur Medis di Reflections, klinik kecantikan di New Jersey. seperti dilansir CBS Los Angeles, Selasa (6/8/2013).

Chasin menjelaskan bahwa ada beberapa prosedur dermatologi kosmetik yang dapat membantu menghilangkan garis-garis di sekitar bibir. Tapi cara paling sederhana untuk menghindari munculnya garis penuaan ini adalah dengan minum dari cangkir, bukan dari botol air.

Berbeda dengan dermatologi medis, dermatologi kosmetik dimaksudkan mengobati kulit, rambut, atau kuku pasien demi memperbaiki penampilan, bukan mengobati penyakit. Meskipun sama-sama menempuh pendidikan kedokteran, dermatologis kosmetik lebih fokus terhadap pengobatan seperti Botox dan liposuction, prosedur untuk menghilangkan kelebihan lemak dari tubuh.

Saran dr Chasin ini diamini oleh perempuan lainnya, yaitu Susanne Rennie. Dia mengaku sudah sejak lama diwanti-wanti oleh ibunya untuk tidak minum dari botol karena alasan yang sama.

"Dia selalu mengatakan sepanjang waktu, 'jangan minum dari botol, nanti kau punya garis-garis di sekitar mulut," katanya.


Sabtu, 03 Agustus 2013

Konsumsi Sereal dan Susu Setelah makan Kurangi Risiko Gigi Berlubang


Jakarta, Sereal yang dicampur dengan susu bisa menjadi hidangan penutup favorit beberapa orang. Ada kabar baik jika Anda adalah salah satu di antaranya karena penelitian terbaru menemukan bahwa kombinasi sereal manis dengan susu yang dikonsumsi setelah makan bisa mengurangi risiko kerusakan gigi.

Peneliti dari University of Illinois di Chicago College of Dentistry mengatakan bahwa minum susu setelah makan dan makan sereal bisa mengurangi kadar asam plak gigi serta mencegah kerusakan enamel yang mengarah ke gigi berlubang.

"Setelah makan tepung seperti sereal manis, bakteri dalam plak di permukaan gigi akan menghasilkan asam," kata pemimpin studi, Christine Wu, profesor kedokteran gigi anak dan direktur cariology.

Studi tersebut melaporkan bahwa makan karbohihdrat empat kali sehari dengan jumlah 60 gram lebih besar per orang per hari bisa meningkatkan risiko gigi berlubang. Wu dan timnya melibatkan 20 orang dewasa yang makan 20 gram atau sekitar satu cangkir sereal bergula dan kemudian minum minuman berbeda.

Minuman tersebut yaitu susu, jus apel murni 100 persen, dan air putih. PH plak atau kadar keasaman diukur dengan microelectrode yang ditempelkan di antara gigi premolar. Pengukuran dilakukan dua dan lima menit setelah makan dan kemudian dua sampai 30 menit setelah minum ketiga minuman tersebut.

pH pada plak turun dengan cepat setelah mengkonsumsi sereal saja dan 30 menit kedun kadar pH tetap di angka 5,83. pH di bawah 7 bersifat asam dan lebih dari 7 bersifat basa. Air murni memiliki pH mendekati 7.

Peserta yang minum susu setelah makan sereal menunjukkan kenaikan pH tertinggi sebesar 5,74 sampai 6,48 selama 30 menit. Mereka yang minum jus apel, pH-nya tetap di angka 5,84 setelah 30 menit. Sementara yang minum air pH-nya meningkat menjadi 6,02.

"Jus buah dianggap sebagai pilihan makanan sehat, tapi tambahan gula bisa menjadi risiko kesehatan bagi gigi kita," kata Wu seperti dilansir NY Daily News, Minggu (4/8/2013).

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa makan keju setelah makan manis bisa mengurangi produksi asam sehingga memungkinkan konsumen memodifikasi diet mereka untuk mencegah efek gigi berlubang akibat makanan manis.

Penelitian yang diumumkan pada Rabu lalu ini diterbitkan dalam Journal of American Dental Association.


iNGIN MEMBERIKAN HADIAH SPECIAL
SILAKAN LIHAT KOLEKSI BONEKA KAMI DI LINK BERIKUT

Rabu, 24 Juli 2013

Nyeri di Vagina Usai Bercinta? Atasi dengan Obat 'Rumahan' Ini


Bercinta kadang bisa sangat menyakitkan bagi wanita. Nyeri pada vagina, rasa sakit, terbakar atau gatal bisa dialami wanita selama atau setelah berhubungan seksual. Jangan khawatir, obat 'rumahan' ini bisa dicoba untuk mengatasinya.

Nyeri dan gatal pada vagina setelah berhubungan seksual bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari infeksi ragi, tidaknya terjaganya higienitas vagina hingga kurangnya pelumasan.

Sebelum menggunakan obat-obatan medis, berikut beberapa pengobatan rumah untuk menyingkirkan rasa nyeri, terbakar dan gatal pada vagina setelah berhubungan seks, seperti dilansir Boldsky, Sabtu (8/6/2013):

1. Bilas dengan air dingin

Bilas alat kelamin Anda dengan air dingin. Pelumas di kondom juga dapat menyebabkan rasa terbakar di vagina. Jadi, yang terbaik adalah mencuci alat kelamin dengan air dingin untuk menyingkirkan bakteri dan kuman yang dapat menyebabkan infeksi lanjutan.

2. Gunakan pelumas buatan

Sebagian besar vagina wanita tidak bisa mengeluarkan lubrikan (pelumas) dengan sendirinya. Ini mungkin terjadi karena kurangnya dorongan seksual (libido), kurangnya minat, kurang foreplay, dan lain-lain. Jadi jika Anda tidak cukup pelumas, gunakanlah pelumas buatan. Hal ini memungkinkan memudahkan penetrasi, dan juga mencegah nyeri seks.

3. Hindari sabun kewanitaan

Salah satu solusi 'rumahan' untuk mengatasi rasa terbakar vagina setelah berhubungan seks adalah dengan menghindari menggunakan sabun kewanitaan esensi kuat. Vagina merupakan organ yang dapat membersihkan diri sendiri, sehingga tidak perlu menggunakan bahan kimia untuk membersihkannya sebelum atau sesudah berhubungan seks.

Jika vagina terasa nyeri atau terbakar setelah berhubungan seks, cuci dengan air dingin dan biarkan selama beberapa waktu.

4. Baking soda

Banyak wanita menggunakan baking soda sebagai salah satu solusi 'rumahan' untuk nyeri atau rasa terbakar di vagina setelah berhubungan seks. Campur baking soda dengan air, rendam sepotong kain bersih dan oleskan pada vulva.

5. Biarkan dingin sendiri

Cuci alat kelamin dengan air dingin dan lebarkan kaki Anda. Udara segar akan memberikan bantuan untuk meredakan rasa terbakar di vagina dan juga membantu mengatasi masalah ini setelah berhubungan seks.

6. Minum banyak air

Sebagian besar rasa terbakar di vagina juga dapat disebabkan oleh dehidrasi. Urine akan lebih sulit keluar ketika vagina terasa nyeri usai berhubungan seks. Jadi, minumlah banyak air untuk tetap terhidrasi.


Bingung mau ngasih kado apa?
Yuk cek koleksi boneka boneka lucu
siapa tau ada yang cocok buat jadi kado
langsung capcus aja klik link dibawah :)