Rabu, 24 Juli 2013

Hati-hati, Salah Posisi Saat Lompat ke Kolam Renang Bisa Bikin Cedera


Saat berenang, orang-orang seringkali masuk ke dalam kolam dengan cara melompat. Salah satu jenis lompatan yang disebut sebagai belly-flop atau melompat dengan posisi wajah dan perut mendarat lebih dahulu di air, bisa menimbulkan risiko cedera jika dilakukan dengan tidak benar.

Mendarat di air setelah melompat dapat membuat perut dan wajah terasa seperti 'ditampar', namun meskipun demikian masih banyak orang yang seakan tak peduli dan sering melakukan kebiasaan ini saat berenang, terutama jika kegiatan ini dilakukan beramai-ramai dengan teman.

Sebagian ahli memang berpendapat belly-flop jarang menimbulkan cedera yang serius. Hal ini sangat bergantung pada beberapa hal, seperti tinggi lompatan, seberapa dalamnya air, dan bagaimana posisi tubuh saat mendarat di air, seperti dilansir CNN, Kamis (25/7/2013).

Semakin tinggi posisi awal Anda saat melompat, maka kecepatan Anda saat turun akan semakin tinggi. Beberapa ahli bahkan percaya bahwa kecepatan Anda dapat mencapai hingga 40 mph jika Anda melompat dari papan setinggi 10 m (hampir 33 kaki). 

Cedera yang paling umum terjadi akibat belly-flop adalah adanya memar pada kulit. Meskipun memar-memar ini tidak terlalu sering memberi pengaruh tehadap organ dalam tubuh, namun hal ini mungkin saja terjadi. Cedera lebih lanjut setelah memar adalah terjadinya trauma perut akibat benturan. Sensasi yang dirasakan pada trauma ini seperti dipukul di perut dengan sangat keras. Trauma ini dapat mempengaruhi organ-organ seperti hati, ginjal, pankreas, dan usus.

Tak hanya itu, kecepatan yang terlalu tinggi juga dapat menimbulkan perlambatan mendadak yang menyebabkan trauma pada organ. Dari segi usia, anak-anak diketahui lebih rentan daripada orang dewasa karena mereka memiliki lemak perut yang lebih sedikit, tetapi justru memiliki rongga perut yang lebih besar.

Perhatikan setelah Anda melakukan belly-flop, dikatakan masih wajar jika Anda merasakan sensasi menyengat dan perih pada kulit untuk sementara. Namun jika rasa nyeri ini berlangsung terus-menerus dan terlihat ada darah pada urin atau feses, maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. 

Bahaya terbesar datang jika seseorang melompat dari ketinggian tanpa mengetahui seberapa dalam air di bawahnya. Melompat ke dalam air yang tidak terlalu dalam dapat berisiko terbentur dasar kolam. Jika sampai terjadi, maka dapat menimbulkan risiko cedera tulang belakang dan bahkan bisa berujung pada kelumpuhan atau kematian.

Untuk lebih amannya, selalu pastikan kolam renang cukup dalam sebelum Anda melakukan lompatan atau belly-flop. Jika Anda ragu, lakukan lompatan pertama dengan posisi kaki terlebih dahulu. Sebuah kolam renang dengan papan lompatan setinggi 1 m harus memiliki kedalaman air minimal 350 cm. Sementara untuk papan setinggi 3 m, kedalaman air minimal loncatan 1 meter harus minimal 11,5 meter pada titik langsung di bawah tepi papan loncat.

Selain itu, pastikan juga untuk melakukan lompatan tepat di ujung papan tersebut. Jangan pernah melakukan lompatan dari sisi samping papan, sebab dapat menimbulkan risiko terjatuh di pinggir kolam.

Kesimpulannya, berenang merupakan olahraga yang sangat bermanfaat dan sangat baik bagi kesehatan. Namun untuk keamanan diri sendiri, ada baiknya untuk selalu mengikuti aturan keselamatan dan ikut mengawasi apakah orang-orang di sekitar Anda juga sudah melakukan tindakan yang tepat saat melakukan lompatan. 


Bingung mau ngasih kado apa?
Yuk cek koleksi boneka boneka lucu
siapa tau ada yang cocok buat jadi kado
langsung capcus aja klik link dibawah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar